Dpr Ian Rilis Single “So I Danced”

Menjelang perilisan EP ‘Dear Insanity…’ bulan depan, musisi Australia keturunan Korea Selatan, DPR IAN, hari ini merilis single terbarunya berjudul “So I Danced” lewat The Orchard yang sudah dapat didengarkan di semua platform streaming musik. Ditulis dan diproduseri oleh IAN sendiri,

Single “So I Danced” dirilis setelah kesuksesan single “Peanut Butter & Tears” yang ia rilis bulan lalu. Bernuansa indie-pop, single tersebut dirilis bersamaan dengan video musik penuh warna yang menjadi cuplikan pertama dari semesta yang diberi nama The Other Side. Video klip “Peanut Butter & Tears” telah ditonton lebih dari 3.5 juta kali di YouTube hanya dalam sebulan.

Single “So I Danced” dirilis setelah kesuksesan single “Peanut Butter & Tears” yang ia rilis bulan lalu. Bernuansa indie-pop, single tersebut dirilis bersamaan dengan video musik penuh warna yang menjadi cuplikan pertama dari semesta yang diberi nama The Other Side. Video klip “Peanut Butter & Tears” telah ditonton lebih dari 3.5 juta kali di YouTube hanya dalam sebulan. Tonton videonya lewat tautan ini.

“Sebelum MITO, ada Insanity.” ujar IAN. “EP ‘Dear Insanity…’ adalah kisah prequel dari pencipta MITO yaitu Mr. Insanity yang pertama muncul di film pendek MIITO. EP ini mengikuti perjalanan IAN di sebuah tempat bak mimpi bernama The Other Side. Dalam perjalanannya di The Other Side, IAN secara perlahan kehilangan kewarasannya sedikit demi sedikit dan ia kemudian berubah menjadi alter ego Mr. Insanity di klimaks cerita ini.”

Tentang lagu terbarunya, IAN berbagi, “Dalam sederet kejadian yang gila dan mematikan, Insanity dihadapkan dengan pertanyaan tentang apa yang dia rasakan sesungguhnya namun ia mulai menari, pertanda bahwa ia sedang tidak baik-baik saja. Ini menjadi momen pertama Insanity bertemu dengan MITO lewat sederet kejadian di The Other Side.”

DPR IAN baru-baru ini menghibur para penggemarnya di Indonesia saat ia tampil di festival musik Asian Sound Syndicate pada 27 Agustus 2023 lalu di JIEXPO Kemayoran. Dua musisi ternama Indonesia, Isyana Sarasvati dan Vidi Aldiano, juga mendapatkan kesempatan bertemu dengan IAN di backstage.

Album DPR IAN sebelumnya, “Moodswings In To Order,” sukses di seluruh dunia dan berhasil debut di nomor #1 pada chart Billboard Heatseekers, #6 pada chart World’s Album, dan #7 pada chart Spotify Top Albums Debut Global dan Amerika Serikat. Ia kemudian diundang untuk tampil di sejumlah festival musik ternama termasuk Coachella, Head in the Clouds New York dan Los Angeles, dan Lollapalooza. Film pendek MITO yang disutradarai dan diedit oleh IAN memamerkan sisi artistiknya dengan gemilang yang ia bawa dalam tur dunianya yang tiketnya sold out dan mengunjungi Amerika Utara, Amerika Latin, Inggris, Eropa, Asia, dan Australia. Saat ini Indonesia duduk di posisi #2 dalam daftar negara-negara yang paling sering mendengarkan musiknya.

Tentang DPR IAN Lahir dan dibesarkan di Sydney, Australia dan saat ini berbasis di Los Angeles, DPR IAN adalah seorang musisi yang dikenal lewat karya musiknya yang melampaui genre dengan bahasa audio visualnya sendiri untuk mengkomunikasikan hal-hal yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata.

Album perdananya, ‘Moodswings In To Order’, dirilis bersamaan dengan film pendek yang ia sutradarai dan edit sendiri. Ia menghapus garis antara pop, R&B, rock, dan elektronika untuk menyampaikan eksplorasi atmosfer refleksi diri dan spiritualitas, seperti yang terlihat lewat mata alter ego MITO yang disalahpahami.

Christian Yu, kekuatan kreatif di belakang DPR IAN, mulai berkarya dan berkreasi dengan alias DPR IAN pada akhir 2015 sebagai salah satu anggota pendiri kolektif kreatif DPR (“Dream Perfect Regime”) yang berbasis di Seoul, Korea Selatan. Kolektif ini dikenal dengan proyek-proyek multimedia yang beragam, dengan DPR IAN sebagai direktur utama dan editornya.

Visi artistiknya yang unik dan pendekatan yang spesifik terhadap detail telah mengangkatnya menjadi artis solo terkemuka yang membawa karyanya ke ranah antara cahaya dan bayangan. Melalui karakter tituler MITO, pria Australia-Korea berusia 32 tahun ini menciptakan karya
paling pribadinya hingga saat ini.

Artikel Terkait