Brigade Of Bridge Merilis Forever Punk, Manifesto Streetpunk Jakarta Format Kaset

brigade-of-bridge-merilis-forever-punk-manifesto-streetpunk-jakarta-format-kaset

Setelah hampir dua dekade berjalan beriringan dengan realitas hidup—pekerjaan, rumah tangga, jarak kota hingga beda negara—serta segala rutinitas, kemalasan, dan alasan klise yang kerap mengubur banyak band punk lokal era akhir ’90-an, Brigade Of Bridge akhirnya kembali menegaskan eksistensinya. Menutup tahun 2025, unit streetpunk asal Jakarta ini resmi merilis album penuh ketiga mereka bertajuk Forever Punk dalam format kaset, melalui Toxic Noise Records dan Joe Pogo Records (Amerika Serikat) untuk pasar Indonesia.

Rilisan kaset ini melengkapi perjalanan Forever Punk yang sebelumnya telah hadir dalam format vinyl 12” pada 14 Januari 2025, CD pada 23 Maret 2025 di bawah Joe Pogo Records (AS) dan didistribusikan ke Eropa, Jepang, serta Asia Tenggara, serta rilisan digital yang sudah tersedia sejak 31 Januari 2025.

Forever Punk menangkap Brigade Of Bridge di fase yang lebih matang. Album ini berisi 10 trek streetpunk yang agresif namun tetap melodis, sarat hook, dengan sentuhan Oi! dan semburan hardcore. Secara musikal, warna mereka tidak beranjak jauh dari rilisan sebelumnya—namun kali ini terasa lebih marah, lebih tajam, dan dibalut kualitas produksi yang jauh lebih solid.

Side A dibuka oleh “Angel With No Wings”, lagu tentang tangan yang menarik seseorang dari titik terendah—pengakuan atas jatuh berulang, dan kehadiran yang datang tepat sebelum segalanya runtuh. Setelah itu gas langsung diinjak lewat “Telling The Truth”, teriakan tentang urgensi kejujuran brutal di dunia yang makin candu pada topeng dan basa-basi. Bukan untuk ditertawakan, tapi untuk dihadapi.

“Wake Your Mind Up!!!” hadir seperti alarm yang diputar terlalu kencang—seruan untuk berhenti pasrah pada kegagalan kolektif yang telanjur dianggap normal. Amarah yang lama terpendam meledak tanpa filter di “Inferiority Complex”, mengajak berhenti mengecilkan diri di dunia yang gemar meminggirkan. Side A ditutup dengan “Alerta Antifascista”—tanpa metafora, tanpa kompromi. Sebuah peringatan keras bahwa fasisme tak punya tempat di scene mana pun, dan diam bukanlah pilihan yang layak dipertahankan.

Side B membuka babak baru lewat “Jakarta Streetpunks Generation”, sebuah arsip hidup tentang ekosistem streetpunk Jakarta: band, kru, label, kolektif—semua yang selama ini menjadi fondasi scene. “Rising Phoenix” bicara tentang bangkit tanpa romantisasi murahan; hanya proses tempaan yang sakit namun perlu. Kritik paling pedas hadir di “Instant Generation”, tamparan bagi generasi serba instan yang runtuh saat hidup menuntut komitmen lebih dari sekadar konten 15 detik.

“Lazy Punk” terdengar seperti teguran jujur dari kawan lama—karena kadang yang paling menyakitkan bukan kegagalan, melainkan potensi yang dibiarkan mati. Album ditutup oleh “Forever Punk”, sebuah manifesto ringkas tentang alasan mereka masih berdiri, belum bubar, dan kenapa regenerasi adalah urat nadi agar kancah punk tetap hidup: keras, jujur, dan bernyawa.

Forever Punk. Punk Forever.

Tentang Brigade Of Bridge

Brigade Of Bridge adalah band streetpunk asal Jakarta yang terbentuk pada 1998, lahir dari sebuah JPO di Blok M—ruang nongkrong yang lebih menyerupai pusat gravitasi ketimbang sekadar jembatan penyeberangan. Pada masa itu, Blok M bukan hanya titik koordinat, melainkan denyut nadi punk Jakarta: kaset berpindah tangan, zine beredar dari tas ke tas, dan info gigs menyebar lewat obrolan cepat tanpa henti.

Berangkat dari semangat DIY khas akhir ’90-an, saat internet belum menjadi penghubung utama, Brigade Of Bridge tumbuh dari interaksi langsung, keberanian, dan kemauan untuk membuat sesuatu terjadi. Terinspirasi oleh The Exploited, The Casualties, A Global Threat, dan The Unseen, mereka membentuk identitas sendiri—keras, lugas, dan tanpa ornamen.

Artikel Terkait