Mancar Rilis EP Katalis, Arsip Jujur Rasa Anak Kampus Purwokerto

mancar-rilis-ep-katalis-arsip-jujur-rasa-anak-kampus-purwokerto

Mancar, unit indie pop/rock asal Purwokerto yang digawangi oleh Asep, Sugab, Faliq, dan Nanto, resmi merilis mini album/EP pertama mereka bertajuk “Katalis”. Band ini lahir pada tahun 2024 dari pertemanan dan kebiasaan bermain musik di berbagai acara kampus—mulai dari pesta, ruang sastra, hingga kegiatan budaya.

Berawal dari sekadar iseng tampil di lingkungan perkuliahan, Mancar perlahan membangun identitasnya sebagai band yang jujur dan dekat dengan realitas keseharian anak kampus. Setelah merilis tiga single sebelumnya, “Katalis” menjadi langkah lanjutan yang lebih serius: sebuah upaya mengarsipkan rasa, kenangan, dan dinamika hidup di sekitar dunia kuliah dan tongkrongan.

EP “Katalis” lahir dari kesadaran untuk merekam hal-hal kecil yang sering terlewatkan. Cerita-cerita sepele dikembangkan menjadi catatan lirik sederhana yang bersifat personal, namun tetap relevan untuk nostalgia dan refleksi di kemudian hari. Album ini juga menandai fase pendewasaan Mancar dalam memandang proses berkarya melalui musik.

Secara musikal, “Katalis” meramu elemen indie-pop dan indie-rock dengan pendekatan yang mentah dan tidak terlalu konvensional. Mancar tetap mempertahankan karakter DIY dalam produksinya, terinspirasi dari band-band seperti Alvvays, Beach House, Yonige, Texpack, dan Alkateri. Proses penulisan lirik hingga komposisi instrumen berlangsung cukup panjang, dikerjakan secara mandiri di ruang bedroom sederhana dengan semangat kolektif yang kuat.

Dalam penggarapan visual, Mancar menggandeng dua kolaborator. Yudha Arya Bimantara (BAD), mahasiswa Institut Seni Indonesia Surakarta (ISI), dipercaya mengerjakan artwork dengan pendekatan visual yang jujur dan apa adanya. Sementara Muhammad Zhillan, warga Sokaraja yang berlatar belakang seni teater, terlibat dalam penggarapan visual bergerak dan sinematografi.

“Personel kami berasal dari kota yang berbeda-beda. Ada yang sudah lulus, ada yang pulang kampung, ada juga yang sedang mencari arah. Band kampus sering kali berhenti ketika anggotanya lulus. Semoga EP ini bukan penanda akhir, tapi justru jadi pengingat untuk terus berjalan, sambil menjalani hidup masing-masing,” ungkap Sugab.

“Katalis” bukan tentang ambisi besar atau pencapaian instan, melainkan tentang bertahan, merekam proses, dan merayakan perjalanan kecil yang jujur—sebuah dokumentasi fase hidup yang mungkin sederhana, namun berarti.

Artikel Terkait