Pawsicles Berbagi Cerita Tentang Single Terbaru “I Wanna Be” dan Skena Musik Surabaya

pawsicles-berbagi-cerita-tentang-single-terbaru-i-wanna-be-dan-skena-musik-surabaya

Pawsicles, band indie asal Surabaya, baru-baru ini tampil di acara Rookie On Set Vol.001. Dalam wawancara eksklusif mereka, band yang digawangi oleh Rian (drummer), Zaky (gitaris), Rizal (vokalis), dan Do (bassis) berbagi cerita tentang perjalanan musik mereka, makna di balik lagu-lagu mereka, serta pandangan mereka terhadap perkembangan skena musik indie di Surabaya.

Pawsicles terbentuk pada akhir 2022 berawal dari inisiasi Rian dan Zaky, yang merupakan saudara. “Awalnya kita cuma punya materi akustikan, terus mikir kenapa nggak bikin band aja? Dari situ Zaky ngajak teman-temannya untuk gabung,” ujar Rian. Meskipun semula mereka hanya berfokus pada materi akustik, keputusan untuk membentuk band membawa mereka untuk mengembangkan ide musikal yang lebih luas.

Pawsicles meluncurkan debut single mereka ‘Orange’ pada Juni 2023, dan baru-baru ini merilis single kedua mereka yang berjudul ‘I Wanna Be’ pada 24 Januari 2024. Rian menambahkan, “Produksi untuk single kedua ini seru banget, dan sekarang kami sedang dalam proses pembuatan EP yang akan rilis tahun ini.

Lagu ‘I Wanna Be’ menggambarkan perjalanan emosional seorang pria yang mencari cintanya, yang kemudian ia temukan di warung kopi STK. “Lagu ini menceritakan seorang pria yang berkelana mencari apa yang dia inginkan, tapi pada akhirnya dia justru lupa pulang. Begitu dia kembali, dia menemukan sosok wanita yang dia sukai,” jelas Rizal. Dengan lirik yang sederhana namun penuh makna, lagu ini bercerita tentang pencarian, penyesalan, dan akhirnya cinta yang ditemukan dalam hal yang tak terduga.

Pawsicles tak hanya fokus pada musik, mereka juga berusaha memaksimalkan promosi melalui berbagai konten kreatif. “Kami melakukan interview satu sama lain, saling berbagi kisah tentang ‘butterfly era’ masing-masing,” ujar Do. Selain itu, mereka juga menggandeng musisi lokal untuk memberikan reaksi pertama terhadap lagu mereka. Beberapa musisi yang ikut berpartisipasi adalah The Joo’s, Overcloud, Girl and Her Bad Mood, dan Winaldi Sena dari 510. Konten ini akan dirilis di Instagram mereka, memberikan pandangan dari teman-teman musisi tentang lagu terbaru Pawsicles.

Pawsicles memiliki pandangan yang menarik tentang perkembangan skena musik indie di Surabaya. “Dulu, skena musik indie di Surabaya sepi banget. Minatnya random dan sulit untuk menemukan audiens,” ungkap Zaky. Namun, dia merasa bahwa akhir-akhir ini, terutama di 2024, Surabaya mulai menunjukkan perkembangan yang positif. “Alhamdulillah, sekarang sudah mulai banyak gigs, seperti acara kali ini di The Works. Kami berharap ada lebih banyak kolektif musik seperti ini untuk mendukung band-band baru,” lanjut Zaky.

Mereka berharap bahwa dengan adanya kolektif musik yang saling mendukung, musisi indie di Surabaya bisa lebih dikenal, baik di kota besar lainnya seperti Jakarta, Yogyakarta, atau Bandung. “Harapannya sih, kolektif-kolektif ini bisa rutin diadakan setiap bulan, supaya band-band baru bisa lebih terdengar,” kata Do.

Pawsicles menyadari bahwa musisi indie di Surabaya masih membutuhkan lebih banyak dukungan untuk berkembang. Mereka berharap bisa terus mengadakan gigs yang bisa memberikan peluang bagi band-band baru untuk diperkenalkan ke audiens yang lebih luas. “Semoga Surabaya bisa jadi tempat yang lebih banyak gigs dan kolektif musiknya, seperti kota-kota besar lainnya. Kami yakin Surabaya punya potensi besar,” tambah Rian.

Pawsicles bukan hanya sekadar band, mereka juga bagian dari upaya membangun dan mengembangkan skena musik indie di Surabaya. Dengan musik yang berbicara tentang pengalaman dan emosi, mereka berharap bisa membawa warna baru bagi dunia musik indie, sambil terus mengajak musisi lokal untuk saling mendukung.

Bagi para penggemar musik indie yang mencari sesuatu yang baru dan segar, Pawsicles adalah salah satu band yang patut diperhatikan. Nantikan EP mereka yang akan segera dirilis, dan terus dukung kolektif musik di Surabaya!