SATCF Rilis “K.I.M”, Single Punk Enerjik Tentang Perlawanan Ketidakadilan Sosial

satcf-rilis-k-i-m-single-punk-enerjik-tentang-perlawanan-ketidakadilan-sosial

Band punk rock/melodic punk asal Malang, SATCF, kembali merilis single terbaru berjudul “K.I.M (Keep It Moving)” pada 13 Desember 2025. Lagu ini menjadi penanda fase baru perjalanan musik SATCF, sekaligus menjembatani identitas lama mereka dengan pendekatan sound yang lebih relevan dengan lanskap musik hari ini.

“K.I.M (Keep It Moving)” memadukan energi melodic hardcore, punk rock, dan flow rap yang agresif, menghadirkan komposisi yang dinamis dan penuh dorongan emosi. Secara lirik, lagu ini merepresentasikan kegelisahan, ketekunan, serta semangat perubahan terhadap berbagai bentuk ketidakadilan yang masih terus terjadi di sekitar. Baris seperti “Aiming for the top, started from the bottom now we here” dan “Hands in the air, we screamin’ for change” menjadi seruan langsung bagi generasi yang tak ingin diam.

Menurut Adit (vokal), sound dalam “K.I.M” sejatinya bukan hal baru bagi SATCF, melainkan refleksi dari fondasi musikal yang telah mereka bangun sejak lama.

“Sound di ‘K.I.M’ sebenarnya adalah identitas dasar kami. Sejak album self-titled tahun 2011, lewat lagu seperti ‘Party Line’ dan ‘These Words I Can’t Believe’, kami sudah bermain di wilayah ini. Sekarang kami hanya menginterpretasikannya ulang dengan pendekatan yang lebih modern. Kami banyak terinspirasi dari energi raw Joey Valence & Brae, intensitas End It, dan eksplorasi sound Angel Du$t,” jelas Adit.

Ke depan, SATCF telah menyiapkan serangkaian rilisan baru. Lima single awal akan menggunakan bahasa Inggris dengan semangat global, sebelum mereka kembali menghadirkan karya berbahasa Indonesia.

“Untuk beberapa rilisan awal, kami menangkap energi yang lebih global lewat bahasa Inggris. Tapi akar kami tetap di sini. Setelah itu, kami berencana merilis satu atau dua lagu berbahasa Indonesia,” tambah Adit.

Dari sisi tema, SATCF berkomitmen menjaga keseimbangan antara kritik sosial dan cerita-cerita personal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pendengar dapat mengharapkan kombinasi lagu-lagu cepat yang penuh sikap, serta materi yang lebih reflektif dan emosional.

“’K.I.M’ memang membawa semangat protes sosial, dan itu akan terus ada. Tapi keseharian, keresahan personal, dan hal-hal yang relatable tetap jadi sumber inspirasi utama kami,” pungkas Adit.

Artikel Terkait