Hari Lebaran memang hari yang ditunggu oleh banyak orang, khususnya umat Muslim. Namun disisi lain ada realita yang Saxono Music temukan melalui single “Wayae”, yaitu perasaan sakit hati oleh pertanyaan sensitif berkaitan dengan cinta, karir, keluarga, bahkan masa depan. Padahal pertanyaan itu berasal dari orang-orang terdekat.
Perasaan senang ketika THR cair bisa-bisa runtuh oleh karena pertanyaan-pertanyaan seperti; “kapan nikah?”, “kok masih nganggur?”, “kapan punya momongan?”. Pertanyaan yang mungkin beberapa orang menganggap kepo, menjadi satu keresahaan yang menyakitkan bagi generasi milenial saat ini.
Keresahan tersebut dirangkum jelas oleh Saxono Music dalam single perdana yang bertajuk “Wayae”. Single berbahasa Jawa ini memiliki genre Pop Ambyar, dimana musiknya terpengaruh oleh GuyonWaton, Aftershine, Ndarboy Genk, Ben (penyanyi korea), dan diva pop Indonesia; Rossa dan Mahalini.
Musik dari single “Wayae” memiliki beberapa tema kombinasi dari musik korea, jawa, dan Pop Indonesia. Kental dengan sound piano ala Pop Indonesia, notasi vokal ala lagu korea, serta instrumen dari gamelan, angklung dan kendang juga menjadikan musik Saxono Music lebih kaya akan percampuran musik modern dan tradisional.
Tentang Saxono Music
Band yang terbentuk di Kabupaten Gresik pada tanggal 25 Februari 2023, Saxono Music memiliki jam terbang cukup tinggi di Gresik dan sekitarnya. Bahkan Saxono Music sempat menjadi band pengiring artis lokal hingga nasional, seperti; Niken Salindry, Jihan Audy, Ayu Kaesthi, Vivi Artika, Deviana Safara.
Saxono Music memiliki 10 personil, diantaranya Rian (Bass), Andri (Gitar 1), Ricky (Gitar 2), Rizky (Drum), Angga (Keyboard), Pras (Kendang), Rully (Saxophone), Wisnu (Ukulele), Ratna (Vokal 1), Thoriq (Vokal 2). Semua playernya sebelumnya juga sudah eksis di dunia musik mulai dari ngamen kafe-ke-kafe, band wedding, hingga pengiring artis lokal maupun nasional.
Ke depannya Saxono Music juga akan melahirkan karya-karya terbaru yang juga beresonansi dengan para pendengar. Mulai dari keresahaan, kepedihan, dan keterpurukan akan asmara yang dibalut dengan musik ambyar.



















