The Wallflower Depth, sebuah band yang semakin dikenal di dunia musik alternatif Indonesia, berbagi pandangannya mengenai perjalanan musik mereka dan makna di balik karya-karya yang mereka hasilkan. Dalam wawancara When Sharing Is Cool di acara Rookie On Set Vol. 001, mereka memberikan insight tentang proses kreatif, promosi rilisan, serta harapan mereka ke depan.
The Wallflower Depth mengungkapkan bahwa rilisan terakhir mereka, “Watching K-Drama With Us”, punya makna yang cukup mendalam meskipun judulnya terdengar ringan dan terkesan bercanda. Menurut Karisma, vokalis dari band ini, “Judulnya memang terkesan seperti K-Drama, tapi sebenarnya kami ingin menggambarkan hubungan yang lebih kompleks, misalnya hubungan dengan seseorang yang sedang mengalami depresi. Itu adalah cara kami untuk menyampaikan perasaan tentang kedekatan emosional, meskipun mungkin tidak selalu tampak seperti yang orang pikirkan.”
Selain itu, band ini juga bercerita tentang cara mereka mempromosikan rilisan mereka, yang sering kali dilakukan dengan pitching ke playlist dan kirim press release ke media. Fajar, sang bassist, menambahkan, “Promosi kemarin memang tidak maksimal, karena ada beberapa kendala, tapi kami terus belajar untuk memperbaiki diri dan menjalani proses ini.”
The Wallflower Depth percaya bahwa musik tidak hanya soal genre, tetapi juga tentang kolektivitas dan saling mendukung antar musisi. Mereka merasa saat ini scene musik Indonesia tengah berkembang pesat, dengan banyak kolektif musik bermunculan. Ainur, yang mengisi bagian drum dalam band ini, berbagi, “Yang menarik sekarang adalah adanya banyak kolektif yang bukan hanya fokus di satu genre, tapi sudah mulai menggabungkan banyak genre yang berbeda. Ini membuka banyak peluang bagi musisi baru untuk saling berkolaborasi dan memperkaya karya mereka.”
Bagi The Wallflower Depth, tantangan terbesar adalah bagaimana mereka bisa terus berkembang dan memberikan karya yang lebih baik. Mereka juga berharap bisa merilis album mereka di tahun 2025, yang akan menjadi titik penting dalam perjalanan musik mereka. Karisma menegaskan, “Kami ingin album kami nanti bukan hanya sekedar kumpulan lagu, tapi juga sebuah cerita yang utuh yang bisa dinikmati dari awal hingga akhir. Kami ingin para pendengar merasakan perjalanan emosional kami lewat musik.”
Bagi The Wallflower Depth, musik adalah bentuk ekspresi yang lebih dari sekadar suara dan lirik. Ini adalah sarana untuk berbicara tentang pengalaman hidup dan perasaan yang mendalam. Fajar menambahkan, “Musik adalah kebebasan. Kami ingin orang-orang bisa merasa bebas untuk mengekspresikan diri mereka lewat musik, tanpa takut dianggap berbeda.”
Dengan perjalanan yang terus berkembang, The Wallflower Depth berharap bisa terus memberikan warna baru di dunia musik Indonesia. Mereka juga berharap dapat terus berkolaborasi dengan musisi lain dan mengembangkan potensi diri mereka ke level yang lebih tinggi.
