4 Tahapan Dalam Membuat Lagu-Radioplay

https://shockssrecord.com/4-tahapan-dalam-membuat-lagu-radioplay/

Jika anda mengikuti 4 tahapan dalam membuat lagu-radioplay ini, maka anda naik satu level diatas beberapa musisi di luar sana. Banyak musisi yang pernah saya jumpai lihai dalam membuat lagu, entah itu secara lirik atau notasi. Bahkan tidak sedikit juga dari mereka bisa membuat musik rumit dengan berbagai chord miring dan notasi yang sulit dinyanyikan. Hal ini tak menjadi masalah jika tujuan mereka dalam bermusik memang untuk mengekspresikan karya dan rasa dalam nada. Namun salah besar jika tujuan kalian membuat lagu hits yang bisa diputar di radio lokal atau di kafe-kafe disekitar anda yang memiliki pengunjung yang banyak. Mereka punya satu kesamaan dalam memutar lagu, yaitu ‘enak di dengar’.

Dari tahun-tahun sebelumnya ketika belum adanya internet, spotify, dan youtube, orang mendapatkan lagu baru harus mendengarkan radio. Maka tidak heran pada era tersebut, musisi harus ‘merogoh kocek’ lebih besar untuk bisa masuk di dalam industri musik lewat radio. Bahkan sampai sekarang pun bisa dikatakan chart yang kita lihat di billboard adalah hasil dari survey di radio lokal amerika serikat, ditambah dengan streams dari spotify, youtube, dan tiktok.

Maka jika memang tujuan anda dalam bermusik adalah mendapatkan pendengar yang banyak, lagu kalian harus aman untuk diputar di radio lokal anda. Berikut adalah cara saya dalam membuat lagu yang aman diputar di radio lokal.

 

Tahap 1: Lirik dan Notasi 

Seluruh lagu hits jauh sebelum direkam dan dirilis, mereka memulainya dengan workshop lirik dan notasi. Dengan alat rekaman dan mixing secanggih apapun bisa menjadi tidak berguna jika notasi lagu yang dinyanyikan membosankan, tidak mudah diingat, liriknya tidak jelas, dan urutan lagu amburadul. 

Sebelum masuk dalam proses rekaman, anda harus membuat tulisan lirik dan notasi yang bagus. Jika tidak maka akan sia-sia anda merekam dan merilis lagu tersebut. Memang lagu yang hits dan laku di pasaran sangat subjektif, namun saya akan memberikan cara agar lagu anda memasuki zona aman dalam membuat lagu hits.

 

Tips pertama: Lagu hits memiliki notasi yang selalu diingat oleh pendengarnya

Notasi lagu adalah inti dari sebuah lagu. Notasi lagu lah yang sebenarnya pendengar yakinkan diri mereka apakah lagu anda enak atau tidak enak. Hal pertama yang anda harus buat adalah serangkaian notasi yang mudah diingat. Notasi lagu anda harus memiliki karakter yang kuat, sehingga lagu anda tidak terjebak dengan lagu-lagu lainnya. Cobalah fokus membuat notasi yang melekat dengan diri anda selama mungkin.

Tips kedua: Lagu hits memiliki lirik yang selalu diingat oleh pendengarnya

Peran lirik adalah untuk mengunci lagu anda dalam otak pendengar. apakah notasi yang anda buat ini konsepnya menarik ? apakah liriknya memiliki frasa atau menunjukan emosi tertentu ketika dinyanyikan ? atau rangkaian lirik nya membosankan kah ? Berikan lirik yang powerful sehingga orang awam bisa mengingatnya.

Tips ketiga: Lagu hits memiliki elemen kejutan

Setiap lagu mengikuti urutan yang mudah ditebak (verse, prechorus, chorus, verse, chorus, bridge, chorus) atau bahkan ada yang memiliki variasi tertentu. Cobalah untuk memberikan elemen kejutan yang membuat lagu anda lebih menarik bagi pendengar. Misalnya anda memberikan break down, sound yang unik, atau vocal layer. Berikan pendengar satu momen “lagu ini keren juga, beda dari yang lain.”

Jika anda mengikuti ketiga cara ini (dengan genre apapun), maka dipastikan lagu anda menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kabar baiknya adalah songwritting anda akan selalu berkembang lebih baik dari waktu ke waktu.

 

Satu pertanyaan yang sering anda temukan adalah; lebih baik mana menulis lirik ata notasi terlebih dahulu ? Jika semua orang akan mengatakan dahulukan mana yang lebih membuat anda nyaman, tapi cobalah untuk menulis notasinya terlebih dahulu. Mengapa ? Karena notasi membuat batasan penulisan lirik anda, dan itu hal yang baik untuk lebih peka dalam mencocokan lirik dengan notasi.

 

Tahap 2: Aransemen dan Produksi

Bagian ini memang menyenangkan ketika membuat lagu, bahkan tidak jarang penulis lagu melewati tahap ini agar cepat masuk ke sesi rekaman. Jika proses aransemen dan produksi lagu anda lakukan dengan benar, maka lagu anda akan berpotensi untuk disukai oleh kebanyakan orang.

Aransemen lagu ini meliputi tempo, beats, loops, dan instrument apa saja di dalam sebuah lagu. Cobalah mendengar lagu yang hits (sesuai genre) di playlist spotify atau apple music. Bagaimana aransemen lagunya, apakah membuat anda bosan ? elemen dan sound apa saja yang kalian temukan ? sekarang coba bandingkan dengan lagu anda, apa perbedaannya ? Jika kalian menemukan perbedaan yang besar, kira-kira apa yang kurang dari lagu anda ?

Memang urutan lagu kadang sangat berulang-ulang, namun setiap pengulangan chorus, misalnya. Pasti ada perbedaan di dalamnya. Hal ini lah yang membuat pengulangan menjadi tidak membosankan. Coba pikirkan di dalam lagu Top40, ketika anda mendengarkan bagian verse dan chorus (hook), anda pasti sudah bisa membayangkan keseluruhan lagu seperti apa. Namun mengapa anda tetap mendengarkan lagu tersebut sampai habis ?

Di tahapan ini mengharuskan anda untuk mendengarkan banyak lagu, bahkan dari berbagai genre sekalipun. Agar anda bisa menemukan aransemen baru yang bisa diaplikasikan ke lagu anda.

Berikut contoh elemen yang bisa membuat lagu anda lebih menarik dari sebelumnya:

  • Layer vocal
  • Efek vocal (telepon, distorsi, chorus, dll.)
  • Looping perkusi (shaker, tamborin)
  • Strings, pads, synth
  • Doubled vocal (triple)
  • Doubled guitar
  • Perubahan tempo atau half-time
  • Membuang suara instrument, tinggal vocal dan drum saja
  • Membuang suara instrument lain, tinggal Vocal dan keyboard / gitar saja
  • Dibagian verse menghilangkan bass / synth

Tujuan dari aransemen yang baik agar pendengar merasakan journey lagu anda sehingga mereka terikat dan tertarik untuk mendengarkan lagu anda sampai habis.

Biasanya saya membuat konsep lagu nya dari bagian yang paling ramai, entah itu dibagian chorus terakhir atau bridge. Lalu berjalan mundur dengan mengilangkan elemen-elemen tersebut ke bagian lagu paling sepi, contohnya verse pertama atau ending. Jika dimulai dari bagian yang paling sepi, seringkali anda akan terjebak dengan momen ‘setelah ini saya menambahkan elemen / isian apa lagi?’

Tahap 3: Recording dan Editing

Anda sudah menulis lirik dan notasi yang bagus. Aransemen dan produksi juga sudah anda buat semenarik mungkin. Sekarang tiba saatnya anda untuk merekam vocal dan instrument.

Kunci dalam sesi rekaman adalah, sumber suara yang baik adalah hasil lagu yang baik juga. Banyak yang masih menganggap enteng dalam sesi rekaman ini dengan pemikiran ‘nanti juga bisa diedit atau dimixing’. Itu adalah pemikiran yang salah besar. Proses editing dan mixing tidak akan mengubah sumber suara yang jelek menjadi bagus. Ini saya katakan sejujurnya, proses editing dan mixing bukan trik sulap.

Ada baiknya jika anda belum sepenuhnya mengerti tentang rekaman, minta tolong lah pada teman producer anda yang lebih dulu tahu tentang dunia rekaman untuk menemani andan dalam proses rekaman, atau minimal belajarlah pada pengalaman mereka agar anda bisa memahami rekaman yang baik dan buruk.

Rekaman yang baik juga bukan ditentukan oleh alat yang super mahal. Bukan! Alat rekaman rumahan yang jauh lebih murah dari studio rekaman terbaik di kota anda juga bisa melakukannya dengan cara-cara berikut ini:

Tips pertama: penempatan mic adalah segalanya

Yang lebih penting dari ‘mikrofon apa yang dipakai’ adalah dimana anda menempatkan mic tersebut. Perbedaan jarak ketika anda merekam vokal, drum, atau instrument lainnya akan menimbulkan perbedaan. Setiap produser musik ternama pun juga pasti tidak tahu jarak yang benar antara vokal anda dengan mikrofon. Hal ini bisa didapatkan dengan bereksperimen terus menerus sampai anda menemukan suara terbaik.

Tips kedua: rekaman yang terlalu keras adalah sebuah masalah

Kesalahan pemula yang sering dilakukan ketika proses rekaman adalah, anda merekam suara anda terlalu keras. Ini terjadi karena pemikiran ‘rekaman yang baik adalah rekaman yang keras namun tidak sampai clipping (lampu merah muncul pada soundcard anda). Sejujurnya hal ini tidak benar, jika kita memakai alat digital dalam proses rekaman ini.

Coba turunkan preamp soundcard anda hingga suara yang masuk ada di level -18db sampai -8db. Suara anda akan lebih jernih dan dinamis secara musikal.

Tips ketiga: anda harus berpikir sebagai produser

Idealnya proses rekaman di studio major label diperlukan seorang recording engineer dan produser. Apa yang dilakukan produser ? seorang produser adalah orang yang bertanggung jawab untuk menentukan visi dalam sesi rekaman untuk mencapai sound yang diinginkan.

Jika saat ini anda melakukannya di home studio, maka anda adalah produsernya, bukan sekadar engineer. Jadi anda harus melakukan mapping sound apa yang anda kejar sebelum rekaman dimulai.

Kabar baiknya tentang rekaman adalah; semua yang dilakukan adalah seni, bukan ilmiah. Anda tentu bisa terus belajar dan berkembang.

 

Setelah anda sesi rekaman anda selesai, selanjutnya adalah editing.

Dengan era digital saat ini proses editing menjadi lebih mudah dengan digital audio workstation (DAW) yang anda miliki. Semua proses pemotongan, duplikasi, menggeser track, menaikan / menurunkan nada, bahkan warp (menyesuaikan track dengan tempo) bisa dilakukan dengan hanya klik saja.

Tapi tujuan editing tetap sama saja yaitu, membersihkan track dari suara yang tidak diinginkan dan juga tuning pada tracks yang tidak sesuai. Tapi kadang proses editing ini paling menyita waktu anda. Sehingga anda akan merasa terjebak dengan proses ini.

Beberapa poin penting dalam proses ini yang dapat memudahkan anda dalam editing ialah:

Tips pertama: tuning vokal

Bukan berarti vokalis hebat tidak akan fals dalam bernyanyi. Bahkan jika anda dengarkan lagu hits saat ini dari beberapa vokalis dunia, mereka tetap memakai autotune dalam lagunya. Mengapa ? karena bernyanyi dengan mengenakan headphones bukanlah sesuatu yang alami terjadi pada vokalis ini. Sehingga pasti timbul rasa ketidaknyamanan yang mengakibatkan mereka tidak tune ketika bernyanyi.

Tuning vokal bukanlah perbuatan berdosa dalam proses editing ini. Melaikan anda akan merasa sangat berdosa jika lagu yang anda sudah rilis ternyata tidak tune.

 

Pakailah software seperti Autotune atau Melodyne, atau bahkan bawaan dari DAW yang anda punya. Pitch correction adalah hal yang lumrah.

Tips kedua: berihkan nafas vokal yang tidak diinginkan

Setelah tuning selesai pastikan anda membersihkan nafas vokalis yang mengganggu lagu anda. Hal ini akan membuat lagu anda terdengar lebih professional.

Masih banyak lagu yang menyepelekan hal ini, dan bagi saya ini adalah sesuatu yang menggangu dan terlihat tidak teliti dalam menggarap lagu.

Tips ketiga: rapatkan track drum dan bass

Saatnya melakukan editing yang sering kali tidak anda lakukan, yaitu merapatkan track drum dan bass. Mungkin bagi anda proses ini sepele, tidak penting dan merepotkan. Tapi percayalah lagu anda akan terasa lebih baik dari sebelumnya.

Tujuan melakukan ini secara manual secara grouping, adalah menambah dinamika lagu secara volume dan merapikan suara yang tidak diinginkan. Biasanya saya lakukan hanya pada ketukan pertama tiap beat. Agar track drum dan bass anda tidak terdengar seperti robot.

Tips keempat: gabungkan (comping) track yang serupa

Beberapa DAW yang ada bisa merekam suara di dalam satu track yang sama. Hal ini dapat memudahkan anda untuk merekam tiga sampai lima track tanpa menghapus track sebelumnya. Dengan Teknik comping anda dapat memilih bagian terbaik dari track-track yang sudah anda rekam secara cepat.

Bagian terpenting dalam editing ini adalah; perubahan yang anda lakukan sekecil apapun akan tersimpan sampai proses mixing. Maka selesaikan jika anda sudah merasa cukup dengan hasil editing anda agar lagu anda terdengar natural.

 

 

Tahap 4: Mixing dan Mastering

Hal pertama yang harus anda tahu adalah proses mixing tidak boleh digabungkan dengan proses rekaman atau editing. Proses ini harus terpisah agar anda tidak terjebak dengan ‘menambah tracks’ ketika di proses ini. Ketika anda merasa masih kurang dalam proses rekaman atau editing, maka selesaikan terlebih dahulu proses tersebut sebelum lanjut ke proses mixing.

 

Jika dianalogikan dalam memasak, tracks / hasil rekaman adalah bahan-bahan yang akan anda masak. Sebuah lagu adalah menu masakan yang ingin anda buat. DAW, EQ, dan compressor adalah alat-alat dapur yang kalian gunakan untuk memasak. Sedangkan mixing adalah proses anda memasak. Maka logikanya jika bahan-bahan yang anda gunakan tidak layak (busuk), maka proses masak (mixing) pun tidak akan mengubah masakan anda menjadi enak.

Dalam proses mixing anda cukup hanya melakukan 5 hal ini saja:

 

tahap pertama: volume & pan

Sejatinya proses mixing hanya menaikan dan menurunkan fader volume dan juga pan. Karena proses mixingadalah proses dimana anda menyeimbangkan setiap tracks yang anda sudah rekam dan edit, lalu gabungkan menjadi satu track sebagai hasil akhir mixing. Tujuan nya adalah balance secara volume dan panning sesuai dengan visi anda.

 

tahap kedua: EQ

Hal yang pertama kali anda lakukan dalam proses eq-ing adalah membersihkan frekuensi yang mengganggu pada tiap tracks nya. Caranya adalah mendengarkan keseluruhan tracks, dan potong / turunkan frekuensi pada tiap tracks mana yang tidak anda inginkan. Jika diperlukan naikan frekuensi baik mana yang anda perlukan agar terdengar jelas. Yang terakhir adalah beri ruang pada masing-masing tracks, terutama vokal. Agar frekuensinya tidak bertabrakan dan membuat vokal menjadi terganggu, atau bahkan tidak terdengar jelas.

 

tahap ketiga compression

Tujuan compression untuk mengontrol dinamika volume tracks. Jika lagu anda membutuhkan volume tracks yang stabil (dinamika rendah) tanpa naik-turun, maka compression bisa digunakan secara ekstrim. Atau lagu anda membutuhkan dinamika yang luas (beberapa bagian lagu pelan, bagian lainnya keras) maka compression digunakan seperlunya saja.

Tujuan lain compression adalah memunculkan energi yang ingin dicapai dari sebuah tracks. Biasanya digunakan untuk snare, kick drum, dan instrument lainnya. Sehingga sound yang diciptakan lebih terdengar ‘besar’.

 

tahap keempat: delay & reverb

Ketika dirasa tracks anda sudah balance, frekuensi nya sudah balance, dinamika lagu sudah tercapai. Maka saatnya memberikan ruang dan ambience agar lagu anda terasa memiliki ‘jiwa’.

Biasanya saya lakukan dengan 2 cara, yaitu kebutuhan ruangan yang diinginkan secara ‘statis’ dan ‘kreatif’. Statis dalam artian semua tracks anda send ke channel / aux delay dan reverb dengan level yang berbeda-beda. Sehingga tracks anda berada dalam ruangan yang sama. Kreatif artinya ambience yang tidak natural yang hadir dalam lagu anda, sehingga membuat sesuatu yang ‘baru’ sesuai dengan imaginasi kreativitas anda.

Agar anda lebih cepat mengetahui bagaimana memilih delay dan reverb yang cocok untuk lagu anda, saran dari saya adalah cobalah hadir dalam berbagai event musik mulai dari studio gigs yang ukuran kecil (bahkan tanpa ada olah produksi yang baik) hingga event outdoor terbesar dengan olah musik yang mewah. Maka telinga anda akan terbiasa dengan delay dan reverb ‘natural’ yang dihasilkan. Lalu coba terapkan dengan mixingan anda. Saran yang kedua adalah coba dengarkan musik pop teratas saat ini. Anda akan banyak menemukan delay dan reverb yang digunakan oleh setiap lagu pasti berbeda-beda. Karena memang tidak ada yang pasti dalam menggunakan delay dan reverb.

 

tahap kelima: automation

Tahap ini bisa dikatakan hal yang tersulit dari mixing. Karena anda akan merasa malas untuk mengerjakan hal ini, selain sulit. Anda juga merasa bahwa hal ini tidak penting-penting amat. Anda SALAH BESAR!

Automation dalam proses mixing adalah proses memberikan ‘nyawa’ pada lagu anda. Sehingga lagu anda terasa hidup seperti ketika anda bernapas. Memberikan automation artinya anda memberikan lagu sebuah dinamika dari tiap volume dan panning nya. Lagu anda akan seperti terasa bergerak dari satu titik ke titik yang lain. Dari kanan ke kiri, atau dari depan ke belakangdan sebaliknya (menjauh-mendekat).

Pada akhirnya sama seperti proses editing, jangan biasakan proses mixingan ini membunuh waktumu. Atau anda akan merasa stuck!

Pada tahap yang terakhir adalah mastering. Masih sering saya temukan juga di antara musisi yang ‘menganggap’ proses mixing dan mastering itu sama.

Yang bisa saya jelaskan secara mudah adalah, kita Kembali menganalogikan proses ini menjadi memasak.  Jika mixing adalah proses anda memasak bahan-bahan yang sudah anda siapkan dengan bumbu beserta alat dapur nya. Maka mastering adalah proses plating. Poin terpenting dari mastering adalah siapa penikmat musik anda ? apakah mereka mendengarkan lagu anda dari platform spotify ? atau kah youtube ? cd player di mobil ? atau bahkan ada yang mendengarkan lagu anda lewat vinyl ? maka plating nya akan berbeda pula, ya kan ?

Bagaimana cara membedakan plating ini ? simple. Anda cukup mendengarkan referensi dari lagu hits yang sudah dirilis saat ini. Genre yang sama dengan lagu anda. Maka anda akan terbiasa dengan ‘seberapa kencang, seberapa dinamis, bagaimana eq nya, dll.’

Atau mungkin yang pertama kali anda lakukan adalah coba mastering lagu anda seperti audio komersil yang sering anda dengar di platform manapun. Entah itu di iklan ispotify, youtube, televisi, atau bahkan radio. Gunakan plugin limiter bawaan DAW anda.

Memang akan sangat sulit untuk mencoba belajar secara ‘teknis’ pada mastering. Tapi mulai lah dengan dua acara diatas. Maka anda akan baik-baik saja.  

Kesimulan dari tahapan ini adalah agar anda mau mencoba untuk membuat lagu anda sendiri tanpa ada rasa takut bagaimana sisi teknis dan knowledge nya. Cukup anda lakukan dengan terbiasa, maka anda akan lebih cepat memahami segala aspeknya.

Seperti contoh anda belajar menaiki sepeda saat anda kecil. Jika anda memilih focus pada ‘bagaimana jika saya jatuh, bagaimana jika saya kurang cepat mendayuh sepeda, sepeda apa yang terbaik untuk saya’, maka anda akan lebih banyak menghabiskan waktu untuk merenung dan ketakukan untuk mencoba. Sehingga anda tidak akan pernah bisa menaiki sepeda tersebut. Hal ini sama dengan membuat lagu. Mulailah dengan terbiasa.

Jika lagu pertama anda jelek, itu hal biasa. Yang terpenting anda terbiasa belajar dari kesalahan-kesalahan yang anda buat sampai anda menemukan ritme untuk membuat lagu hits.

Terima kasih sudah membaca tulisan ini dan bergabung menjadi subscriber shockssrecord.com. Anda boleh menyapa atau bertanya kepada kami lewat social media, atau bahkan bertemu tatap muka. Kami sangat menantikan nya.

Namun sekarang saatnya anda Kembali focus mengerjakan lagu anda yang sudah anda anggurkan. Jadilah penulis lagu yang konsisten dan semoga kita bisa bertemu di dunia nyata. See you!