Reality Club, band indie-rock asal Indonesia batal tampil di South by Southwest Music Festival (SXSW) yang diselenggarakan di Austin, Texas, Amerika Serikat. Hal ini terkait solidaritas Reality Club dan bentuk dukungan pada Palestina.
Dalam pernyaaan resim yang diunggah melalui akun instagram resminya, band itu mundur usai mendapat informasi terkait sponsor SXSW yang diduga memasok senjata untuk agresi Israel ke Palestina.
“Kenangan terbaik kami bersama sebagai sebuah band adalah ketika kami mendapat undangan pertama untuk hadir pada tahun 2020, sebelum dibatalkan karena pembatasan COVID-19. Ketika kami diundang lagi pada tahun 2024, kami menjadwalkan tur seluruh Amerika Utara di sekitar festival,” ujar mereka.
Band yang beranggotakan Fathia Izzati, Faiz, Nugi, dan Era Patigo itu lantas menjelaskan keputusan tersebut tak diambil dengan mudah. Reality Club mengaku harus berdiskusi panjang dengan penyelenggara sebelum memutuskan untuk mundur.
Meski demikian, para anggota mengaku lebih memilih untuk mengikuti hati nurani mereka untuk membatalkan penampilan karena tidak ingin dikaitkan dengan organisasi yang terlibat dalam genosida di Palestina. Adapun untuk tur di tiga kota Amerika Utara yang tersisa, Reality Club menyatakan bakal memberikan penampilan terbaik dan meminta dukungan penggemar supaya acara berjalan lancar.
Reality Club semula dijadwalkan tampil dalam FRIENDS:FOREVER yang akan menjadi acara musik Asia terbesar dalam sejarah SXSW.
FRIENDS:FOREVER digelar perusahaan Amerika Serikat yang dimiliki orang-orang Asia, Jaded, yang menggelar acara serupa bertajuk Tiger Den pada 2023. Acara itu digelar dua hari pada 14 dan 15 Maret di Empire Control Room & Garage.
Selain Reality Club, beberapa musisi mancanegara lainnya dijadwalkan bergabung di FRIENDS:FOREVER.
Penyanyi asal California berketurunan Vietnam, thuy, yang viral di Indonesia lewat lagu girls like me don’t cry dan trio indie-rock asal Seoul, SE SO NEON, menjadi bintang utama festival itu.
FRIENDS:FOREVER juga mendatangkan penyanyi dan produser dance-pop Shelhiel dari Malaysia, penyanyi dan penulis lagu indie Su Lee dari Korea Selatan, produser R&B dan hip-hop STUTS dari Jepang, dan banyak nama lainnya.
Reality Club mengikuti jejak musisi Indonesia yang pernah tampil di SXSW, yaitu White Shoes & The Couples Company, Efek Rumah Kaca, The SIGIT, Yacko, Shaggydog dan Tuan Tigabelas.
