Setelah merilis single “Reality” bulan Maret lalu, penyanyi sekaligus penulis lagu asal Amerika Serikat, Sarah Barrios, kembali mengeluarkan karya terbarunya, kali ini dalam bentuk single berjudul “Talk!Talk!Talk!”. Di single ini Sarah membahas maraknya tren internet troll di media sosial yang penuh dengan komentar negatif dan dapat menimbulkan kebencian. Dipicu oleh perasaan frustasi yang dialaminya sendiri, Sarah berhasil membuat sebuah anthem pop-punk yang ditujukan untuk dampak negatif dari media sosial dan online hate.
Berbeda dengan single sebelumnya yang merupakan sebuah lagu ballad dengan alunan suara piano, pada “Talk!Talk!Talk!” Sarah memilih gitar sebagai instrumen utama pada lagu ini. Di sepanjang lagu ini terdapat berbagai macam distorsi gitar yang terdengar, dan juga permainan drum yang ganas. Walau banyak instrumentasi keras di single kali ini, vokal Sarah dan juga lirik lagu ini masih menjadi highlight utamanya. Semua elemen tersebut menjadikan “Talk!Talk!Talk!” sebuah lagu yang catchy dengan hook yang upbeat, memancarkan kemarahan Sarah dengan apik.
“Internet adalah tempat yang lucu. Terkadang tempat itu bisa memperkenalkan banyak keindahan dan juga membawa kebaikan, namun juga bisa membawa perasaan iri dan dengki yang penuh dengan kemarahan. Saya selalu berusaha sebisa mungkin untuk mengabaikan komentar yang kurang sopan dan jahat, tapi kali ini saya sudah berada di posisi di mana saya sudah lelah untuk terus diam dan membohongi perasaan saya sendiri kalau saya baik-baik saja. Lagu ini merupakan wadah yang tepat untuk akhirnya saya bisa menyampaikan rasa frustasi yang selama ini saya simpan.” ungkap Sarah ketika menulis lagu ini sekaligus mengintrospeksi perasaannya.
Sarah Barrios adalah talenta segar yang kedatangannya harus di antisipasi di industri musik sekarang. Ia mempunyai karakter vokal yang unik dan manis dan ia dapat menciptakan lagu pop dengan melodi yang memikat tapi juga playful. Kegemaran Sarah membaca buku fantasi berdampak signifikan kepada cara pendekatan Sarah dalam menulis sebuah lagu.
Imajinasi yang digambarkan dan gaya penulisan liriknya yang bercerita tetapi tidak banyak basa basi adalah salah satu hal yang membuat para pendengar Sarah jatuh hati kepadanya. Sejumlah hal menjadi inspirasi musik Sarah yang membawa rasa nostalgia sekaligus antisipasi untuk masa depan di antaranya buku-buku yang ia baca mulai dari buku Jane Austen sampai buku fiksi ilmiah lainnya, The Beatles dan juga Fleetwood Mac sampai Jon Bellion dan Paramore.
Setelah bertahun-tahun menulis dengan berbagai nama seperti Zara Larsson, Alec Benjamin, Why Don’t We, Rita Ora, berhasil mendapatkan kurang lebih 80 juta stream dan juga mendapatkan nominasi TikTok Songwriter of the Year pada ajang iHeartRadio Music Awards tahun 2022, sekarang Sarah siap untuk memperluas pendengarnya dan juga fanbase nya di Asia. Sebelumnya Sarah juga sukses berkolaborasi dengan Eric Nam pada lagu hit-nya “Have We Met Before” dan juga penyanyi pop asal Filipina Syd Hartha pada lagu “All My Sins”.



















