Grissee Record Store Day (2023)

Gresik, dikenal sebagai kota industri dengan keberadaan warung yang sporadis dan para pekerja yang berlalu lalang saban sore hingga pagi hari pasca-shift satu, dua dan tiga. Dua hal yang akhirnya membentuk kultur nongkrong yang tidak bisa lepas dari aktifitas masyarakat heterogen dan multikultur, khususnya para pemudanya. Disisi lain, para pemuda terdapat intensi untuk menggunakan aktifitas nongkrong sebagai rutinitas yang lebih jauh, tidak sekedar melepas penat tetapi juga produktif. Beberapa dari mereka berkarya, membentuk kelompok kolektif, untuk membuat agenda aktifitas kreatif. Melepaskan energi positif dan ekspresif, dampak dari rasa jenuh menjadi penikmat.

Menyambung dari apa yang telah dimulai sebelumnya. Pada Record Store Day (RSD) seri pertama, beberapa pemuda pecinta musik menginisiasi untuk menggelar agenda memperingati Record Store Day (RSD) 2022 yang berlokasi di Kammari. Langkah pertama ini dilakukan sebagai manifestasi dari ide untuk menolak Gresik sebagai second city yang selalu menyajikan sajian banal.

“Dengan respon pengunjung di RSD 2022, kami melihat bahwa mereka antusias dengan agenda ini, sekaligus membuka perspektif bahwa kota ini memiliki kekurangan, yaitu tersedianya ruang untuk pagelaran agenda dengan ragam cakupan dari kecil hingga sedang.” Sahut Grisse Record.

Klik gambar untuk lihat keseruannya

Pada RSD seri kedua yang akan dihelat di tahun ini, akan diinisiasi oleh Grissee Records (komunitas penjual dan pecinta rilisan fisik di Gresik) dengan konsep yang lebih besar sekaligus bekerja sama dengan Ragil Kuning, sebuah kedai kopi yang berdiri sejak 2019, sebagai tempat berlangsungnya RSD 2023.

Memiliki visi dan misi yang sama, Grisse Record & Ragil Kuning sepakat RSD ini adalah sebagai upacara dalam kontribusi kebaruan kultur di Gresik. Akan berlangsung pada 29-30 April 2023 dengan ragam aktifitas sebagai berikut:
1. Market Records
2. Music Performance
3. Showcase Room

Market records akan diikuti oleh 10 tenant lokal rilisan fisik, merchandise band, audio custom dan juga aksesoris. Music Performance menghadirkan disjoki dari dalam dan luar kota (Gresik, Lamongan, dan Surabaya) yang bertaji. Seperti dari Satandsound, yang saat ini sedang ziarah di beberapa titik di Surabaya dengan membawakan set bertajuk “Tribute to Middle East Musician.” Selain itu, akan kedatangan seorang disjoki bernama Raka (Nutty Sina). Merupakan motor dari band asal Surabaya, Thee Marloes yang kemunculannya sangat menarik perhatian banyak orang hingga bekerja sama dengan label kenamaan asal New York, Big Crown Records. Lalu Showcase Room merupakan ruang eksibisi yang terdapat beberapa bagian. Seperti memajang rilisan fisik yang pernah dirilis oleh band lokal, karya-karya dari beberapa illustrator di Gresik (Totenkvlt, Gerry, Aryak, dll), hearing session dipandu oleh Audio Orang Tua sebagai toko yang menjual perlengkapan audio analog yang berdomisili di Gresik, dan pemutaran video live band Gresik dari Huisklos sebagai kolektif pengarsip live band yang berdomisili di Gresik. Akhirnya Pada RSD 2023 Gresik, ada harapan bahwa ini akan menjadi stimulus yang cukup berarti, sekaligus menjadi pijakan yang signifikan sehingga agenda kreatif di Gresik ini terus menaikkan tingkatannya pada tahap selanjutnya.