Apricot Theory Hadirkan Sisi Cerah Lewat Single “Wandering Wonder”

apricot-theory-hadirkan-sisi-cerah-lewat-single-wandering-wonder

SURABAYA — Apricot Theory kembali memperluas eksplorasi musik mereka lewat single terbaru, “Wandering Wonder”, yang dirilis pada 11 September 2026. Unit grunge/alternative rock asal Surabaya ini menghadirkan warna yang lebih cerah melalui lagu berbahasa Inggris tersebut, tanpa meninggalkan pendekatan eksperimental yang menjadi bagian dari karakter musik mereka.

“Wandering Wonder” bercerita tentang pikiran yang dapat bepergian ke berbagai tempat. Seseorang bisa membayangkan sesuatu yang diinginkan, mengingat orang yang dicintai, atau membiarkan imajinasi berjalan tanpa tujuan. Secara sederhana, Apricot Theory menggambarkan lagu ini sebagai cerita tentang “pikiran yang travelling.”

Ide lagu tersebut berawal dari keinginan Ainur, drummer Apricot Theory, untuk membuat karya dengan suasana yang berbeda dari rilisan sebelumnya. Jika beberapa lagu mereka sebelumnya lebih banyak membawa nuansa gelap, reflektif, dan berat, kali ini Ainur ingin mengeksplorasi sisi yang lebih ringan.

Dalam sebuah sesi latihan, Gin, Fajar, dan Ainur kemudian memilih meninggalkan playlist mereka dan mulai melakukan jamming. Eksplorasi tersebut berkembang dengan mengambil beberapa referensi musik yang sudah akrab bagi ketiganya, termasuk chord dari “The Greatest View” milik Silverchair dan suasana “Torn” dari Natalie Imbruglia.

Ketika Gin kemudian mengingat “Wandering Limbs” milik Kimbra, arah musikal yang mereka cari mulai terbentuk hingga akhirnya berkembang menjadi “Wandering Wonder”.

Perubahan Warna Musik Apricot Theory

Secara musikal, “Wandering Wonder” menjadi salah satu perubahan menarik dalam perjalanan Apricot Theory. Tiga lagu sebelumnya banyak menggunakan pola 3/4, sementara single terbaru ini menggunakan pola 4/4 yang lebih umum.

Apricot Theory juga mengeksplorasi progresi chord yang terdengar lebih terang dan ceria. Namun, karakter eksperimental mereka tetap hadir melalui penggunaan chord miring serta orkestrasi bernuansa RPG.

Perubahan tidak hanya terdengar dari musiknya, tetapi juga terasa dalam penulisan lirik. Kali ini, Apricot Theory mencoba menyampaikan rasa kagum atau admiration dengan cara yang lebih ringan, tanpa kesan menuntut atau mengharapkan balasan.

Salah satu bagian lirik yang menjadi gambaran tema tersebut berbunyi:

“But I don’t mind I let it feel so true, through it fades and never follow through.”

Bagi Apricot Theory, bagian tersebut menggambarkan bagaimana sebuah ingatan mungkin tidak benar-benar bisa dihapus. Namun, seseorang tetap dapat berdamai dengan ingatan tersebut dan belajar untuk hidup berdampingan dengannya.

Dari Workshop hingga Menjadi Single

“Wandering Wonder” diproduseri oleh Angki Dian Permana Putra (Rambo) dan direkam di Rambpage Studio. Lagu ini sebenarnya mulai dikerjakan bersamaan dengan “Embrace” dalam sebuah sesi workshop dan latihan.

Setelah “Embrace” selesai, Apricot Theory memutuskan untuk melanjutkan pengerjaan “Wandering Wonder”. Mereka melihat karakter lagu tersebut lebih sesuai dengan suasana musim panas dan periode perilisan sekitar Agustus hingga September.

Menariknya, proses produksi lagu ini masih mengalami perubahan hingga tahap akhir. Setelah menemukan adanya bagian repetitif yang dianggap tidak terlalu dibutuhkan, ketiga personel secara spontan sepakat memangkas bagian tersebut. Keputusan itu dilakukan agar durasi lagu terasa lebih efektif ketika didengarkan.

Lewat “Wandering Wonder”, Apricot Theory ingin menghadirkan suasana yang lebih cerah sekaligus menyampaikan gagasan bahwa membayangkan sesuatu atau seseorang merupakan hal yang wajar. Namun, perasaan tersebut tetap perlu dijaga agar tidak berkembang menjadi obsesi.

Single “Wandering Wonder” kini telah tersedia di berbagai platform musik digital.

Tentang Apricot Theory

Apricot Theory merupakan unit grunge/alternative rock asal Surabaya yang beranggotakan Gin (vokal, gitar), Fajar (bass), dan Ainur (drum).

Mereka memulai perjalanan pada awal 2025 melalui single “Insanity”, kemudian melanjutkannya dengan “In the Next Morning” pada akhir tahun yang sama dan “Embrace” pada 2026.

Melalui perpaduan grunge dan alternative rock dengan eksplorasi chord, atmosfer, serta orkestrasi yang tidak biasa, Apricot Theory terus membangun identitas musik mereka dari satu rilisan ke rilisan berikutnya.

“Wandering Wonder” menjadi langkah terbaru mereka. Sebuah karya yang membawa warna lebih ringan dan cerah, tetapi tetap mempertahankan karakter eksperimental yang menjadi bagian dari perjalanan Apricot Theory.

Artikel Terkait