Atlesta – “Sampai Kita Jadi Tua”: Sebuah Ode Romansa Tentang Tumbuh Bersama Hingga Akhir

https://whensharingiscool.com/atlesta-sampai-kita-jadi-tua-sebuah-ode-romansa-tentang-tumbuh-bersama-hingga-akhir/

Singer-songwriter, multi-instrumentalis, dan produser berbakat, Atlesta, kembali hadir dengan karya terbarunya berjudul “Sampai Kita Jadi Tua.” Setelah sukses dengan single sebelumnya, “Selayang Serindu” dan “Gelora Bertemu,” kali ini Atlesta kembali merilis lagu berbahasa Indonesia yang menampilkan keindahan dan kedalaman yang khas dalam lirik serta aransemen musiknya.

Dalam “Sampai Kita Jadi Tua,” Atlesta menyuguhkan perpaduan yang apik antara pop modern dan elemen musikalitasnya yang autentik. Lagu ini menjadi sebuah pencapaian baru baginya dalam mengolah lirik dan melodi yang mudah diingat namun sarat makna. “Aku selalu ingin menciptakan lagu dengan notasi yang catchy dan lirik yang lugas. Di lagu ini, akhirnya aku berhasil melakukannya, sekaligus menyentuh topik yang jarang aku angkat sebelumnya,” ujar Fifan Christa, sosok di balik nama Atlesta.

Meski terdengar riang pada chorus dengan lirik seperti “Bayangkan aku dan kamu di luar angkasa, bertemu bintang di ribuan senja,” lagu ini ternyata memiliki narasi tentang perpisahan yang mendalam. Di verse pertama, “Sejak kau tak bersamaku, banyak musim yang berlalu,” jelas terasa bahwa kisah dalam lagu ini merupakan refleksi dari kenangan masa lalu yang kini tinggal harapan. Bagian chorus yang penuh fantasi membawa pendengar pada imajinasi indah, meski ada kesedihan yang tersembunyi di baliknya.

Fifan juga menyingkap bahwa lagu ini terinspirasi dari pengalaman pribadinya terkait cinta beda agama. “Lagu ini sebenarnya berbicara tentang cinta yang tak sejalan karena perbedaan agama, meski kita sudah saling mencintai tanpa syarat,” ungkapnya. Namun, dia menambahkan bahwa ia ingin lagu ini tetap memiliki sisi yang indah, “Aku membayangkan dua orang yang tumbuh bersama hingga tua, bahagia di tiap semesta. Lucu kan? Ahaha!”

Proses produksi lagu ini dilakukan dengan sangat cermat, melibatkan beberapa kali pengubahan aransemen agar mencapai keseimbangan antara kompleksitas dan kesederhanaan. “Aku merombak aransemen lima kali, tapi itu sangat seru buatku! Lagu ini benar-benar menyenangkan untuk digarap,” tambah Fifan.

Lagu ini ditulis dan diproduksi oleh Fifan Christa, dengan bantuan Hafizh Sasining dan Dimas dari The Rentenir dalam menciptakan notasi pada bagian verse. Mereka mengerjakan rekaman ini di studio POPSYOUGOOD, Malang.

Artikel Terkait