Setelah mencuri perhatian dengan single perdananya, Dokter Rocker Dhieta kembali menunjukkan taringnya di dunia musik Tanah Air. Kali ini, ia menggandeng rapper karismatik asal Malang Selatan, Bonerutzy, dalam lagu duet penuh energi berjudul “Kejar Ugal-Ugalan”.
Lagu ini merupakan hasil pertemuan dua dunia yang berbeda: vokal rock Dhieta yang garang dan bertenaga, dipadukan dengan flow rap Bonerutzy yang tajam dan ekspresif. Mengangkat tema cinta remaja yang liar, impulsif, dan tak kenal takut, “Kejar Ugal-Ugalan” menjadi potret jujur tentang cinta yang tak pakai logika—yang penting ngegas!
“Terinspirasi dari masa-masa muda yang penuh keputusan nekat, lagu ini adalah perayaan cinta yang membabi buta tapi tulus,” ungkap Dhieta, yang juga berperan sebagai penulis lagu, komposer, sekaligus produser.
Lirik seperti “ugal-ugalan ku mencintaimu…” akan mudah menjadi chant favorit pendengar yang pernah—atau sedang—berada dalam pusaran cinta tanpa rem. Kehadiran Bonerutzy memberikan lapisan warna baru, menguatkan pesan bahwa cinta dan logika sering kali berjalan di jalur yang berbeda.
Dibalut dengan riff gitar yang menghentak dan beat dinamis, “Kejar Ugal-Ugalan” tak hanya seru untuk dinikmati, tetapi juga mewakili semangat generasi yang tak takut mencintai, meski harus tampak sedikit ‘gila’ di mata orang lain.
Lagu ini telah tersedia di berbagai platform musik digital sejak 18 Juni 2025.
Tentang Dhieta
dr. Nanditya Ika Faramita, MMRS, FISQUA adalah seorang profesional kesehatan, akademisi, sekaligus musisi dan produser musik serta film. Di balik gelar akademis dan pengalaman panjang di bidang manajemen rumah sakit, Dhieta memelihara semangat seninya melalui lagu-lagu yang ia tulis dan produksi sendiri. Kejar Ugal-Ugalan menjadi bagian dari kiprahnya dalam memperkuat identitas sebagai dokter rocker yang tak ragu mengekspresikan sisi emosional dan artistiknya.
⸻
Tentang Bonerutzy
Bonerutzy adalah rapper asal Turen, Malang Selatan, yang mengusung semangat SOUTH M FELLA. Aktif di dunia musik sejak SMA, ia telah merilis album perdana ISOMAN pada 2021 dan dikenal luas lewat lirik-liriknya yang jujur, spiritual, dan penuh warna lokal. Gaya penulisan liriknya yang reflektif dan membumi membuat karya-karyanya relatable sekaligus kuat secara artistik.



















