Diosdu Merilis Debut Album Bertajuk ‘Blame Myself For Loving’: 100% tentang Kejujuran

diosdu-merilis-debut-album-bertajuk-blame-myself-for-loving-100-tentang-kejujuran/

Solois dan Songwriter berbakat, Diosdu akhirnya melepas album perdananya bertajuk ‘Blame Myself For Loving’ tepat pada 17 Februari 2023. Tentu saja ini merupakan buah manis atasperjuangan musisi kelahiran Jakarta tersebut untuk sejak pertama kali berkarier di industri musikIndonesia pada 2019. Dimulai dengan bernyanyi dari kafe ke kafe sejak 2014, cowok yang memiliki karakter vokal yang unik ini telah melepas total tiga buah single: Dreaming (2019), Home (2022), dan Mind Lies (2022).

Babak baru dalam karier musisi penggemar English Premier League tersebut dimulai kembalipada 2023 dengan perilisan sebuah debut album dengan tajuk ‘Blame Myself For Loving’. BagiDiosdu sendiri, album ini merupakan gambaran dan uraian rasa kecewanya terhada cinta sertaperjuangannya dalam melawan kecamuk dalam pikirannya sendiri. Semua lirik yang ia tulisdalam album ini merupakan buah perjalanan dan cerita cinta yang dialami dalam hidup.

“It’s 100% an “honest” album. My story in each of my songs might related to sad teenagers nowadays,” terang Diosdu tentang benang merah album ‘Blame Myself For Loving’.

Tajuk untuk album ini pun dipilih bukan tanpa alasan. Lewat ‘Blame Myself For Loving’ ini, Diosdu ingin mengungkapkan jika terkadang cinta ternyata senantiasa beriringan denganketersakitan. Bahkan kondisinya bisa sampai kamu terus menerus menyalahkan dirimu sendirikarena rasa cintamu terhadap seseorang.

“Instead of being hurt, you think it’s better not to love somebody anymore. For you, it’s too risky. You’re afraid of love. You don’t believe in love. It’s just hurting you. That’s what I am trying to say. Sort of,” cerita Diosdu.

‘Blame Myself For Loving’ sendiri total berisi 8 lagu, di mana salah satu track-nya berjudulNaïve. Ini dia salah satu lagu favorit Diosdu dalam album ini. Liriknya ditulis dengan begitumelankolik dengan aransemen yang begitu emosional. Diosdu menulisnya berdasarkan true story tentang kenaifan cinta yang pernah ia alami. Bahkan saking emosionalnya, Diosdu sampaimenitikkan air mata saat menulis lagu ini.

Naïve’ adalah cerita tentang seseorang yang berpura-pura menjadi kuat ketika kekasihnyamemilih untuk pergi. Sejujurnya momen tersebut sangatlah berat untuk dijalani, di mana hari-hari yang terlewati tanpa kehadiran kekasihnya seketika menjadi mimpi buruk yang harusdihadapi.

“She chose herself in the end and what she knows is I’m okay. If you wanna leave, just leave. And your heart is beating fast, pumping, and scared what if she answers leave instead. Looks like you are rigid, tough about it but the truth is not,” cerita Diosdu tentang single Naïve’.

Bukan hanya menjadi salah satu track favorit Diosdu dalam album ‘Blame Myself For Loving’, ‘Naïve’ juga dikemas dalam sebuah Music Video yang sangat emosional. Penonton akan dibuaidalam sebuah plot yang menunjukkan depresifnya kehidupan sang karakter utama. Duduk sendiridi sebuah bar, minum, merokok, marah, hingga berteriak. Namun jika ditelisik lebih mendalam, sebenarnya jauh di lubuk hatinya, ia sedang berbincang dengan dirinya sendiri, dengan hatinuraninya. Bertanya-tanya tentang bagaimana hidup yang ia alami begitu dipenuhi dengankekecewaan. Saksikan Music Video Naïve’ hingga akhir, dan penonton akan dapat memberikaninterpretasinya masing-masing terhadap akhir plot dalam Music Video Naïve’.

“We give the audience the opportunity to interpret the music video in their own way. It can be losing his father, mother, loved ones, his dog, or anything else. You named it,’ ungkap Diosdu.

Diosdu berharap agar lagu-lagu dalam album ‘Blame Myself For Loving’ ini semoga dapatmewakili kisah dan perjuangan cinta para penikmat musik Indonesia.

Artikel Terkait