False Theory Kolaborasi Bareng Nauflyn di Single Ketiga Bertajuk “Dua Atma”

false-theory-kolaborasi-bareng-nauflyn-di-single-ketiga-bertajuk-dua-atma

Setelah hadir dengan dua single sebelumnya, band pop punk asal Indonesia False Theory kembali merilis karya terbaru mereka bertajuk “Dua Atma” pada pertengahan Juni 2025. Kali ini, mereka menggandeng vokalis tamu Nauflyn (Nova) dalam lagu yang penuh emosi dan proses penyembuhan dari luka masa lalu.

“Dua Atma” diambil dari Bahasa Sanskerta yang berarti dua jiwa—dua insan yang bertemu secara tidak sengaja, masing-masing membawa luka dari hubungan sebelumnya. Namun daripada larut dalam trauma, mereka memilih untuk saling terbuka, saling menyembuhkan, dan berjanji dalam ikatan pernikahan untuk menata ulang masa depan.

Lagu ini terinspirasi langsung dari pengalaman pribadi Maulana Rido, vokalis False Theory, yang juga menulis lirik dan terlibat dalam proses produksi. Bersama rekan-rekan band-nya—Iman Syahranie (gitar), Muhammad Iswahyudhi (gitar), Aji Setiawan (bass), dan Khairu Ahmad Zaki (drum)—mereka menghadirkan sound pop punk yang lebih matang namun tetap kuat secara emosional.

Single ini semakin berwarna dengan kolaborasi vokal dari Nauflyn “Nova”, yang dikenal sebagai vokalis di sejumlah proyek wedding dan side band seperti Pastic Project dan Yagate Band. Karakter vokalnya yang khas menambahkan lapisan emosional tersendiri dalam “Dua Atma”, menciptakan harmoni yang menyayat namun penuh harapan.

Lagu ini direkam di SDP Record Studio dan melalui proses mixing/mastering oleh Putra Rizqi. Artwork digarap oleh Rido dan Yudi, menampilkan sentuhan personal yang memperkuat narasi lagu.

Secara lirik, “Dua Atma” menyentuh isu penerimaan, proses dewasa dalam hubungan, dan keberanian memulai ulang. Dengan bait seperti:

“Jika bukan karena cinta, lagu ini takkan tercipta
Jika bukan karena luka, lagu ini takkan pernah ada.”

False Theory tidak hanya menyuguhkan musik, tetapi juga membuka ruang refleksi bagi pendengarnya.

Tentang False Theory

False Theory merupakan unit pop punk yang menyuarakan keresahan personal dan sosial melalui musik bertenaga, lirik reflektif, dan harmoni yang emosional. “Dua Atma” menandai fase baru mereka—lebih jujur, lebih matang, dan semakin dekat dengan pendengar.

Artikel Terkait