Reaksi, kuartet rock asal Jakarta, menghidupkan kembali keresahannya lewat singel “HingarBingar” yang akan dirilis melalui label rekaman demajors dalam format digital pada 24 November 2023. Reaksi adalah Garry Eben (vokal, gitar), Marwan Gumulya (gitar), TeukuRafiki (drums), dan Gadiel Pasaribu (gitar bas). Sebelumnya di tahun 2019 Reaksi sempatmerilis album mini bertajuk Grunch bersama label Rekaman Pots.
“Hingar Bingar” adalah single pertama menuju album mini mendatang, #1: PerayaanProblematika. Secara musikal Reaksi menunjukan pembaruan gaya berekspresi, dengan hadirnyaketeraturan bunyi, eksekusi yang ketat, dengan tenaga yang terkelola untuk mendorong hook catchy dan kualitas anthemic yang memikat. Semua itu tetap terjadi di dalam jalur tradisi musikrock yang agresif.
Berbeda dengan produksi swadaya yang mewarnai rilisan sebelumnya, kali ini Reaksi bekerjasama dengan Zata Mikail (Murf) sebagai produser sekaligus sound engineer. Sosok WisnuIkhsantama (eks Lomba Sihir, Glaskaca, Dunia) juga turut berandil lewat kerja mastering rekamannya.
Artwork “Hingar Bingar” dikerjakan langsung oleh sang pemain bas, Gadiel Pasaribu, yang secara gaya mengingatkan pada ilustrasi komik klasik Amerika. Didominasi dengan warna cerah, dengan sosok utama badut pesakitan, mencerminkan narasi konflik kebaikan dan kejahatan, yang juga selaras dengan gagasan alter ego para personil Reaksi.
“Hingar Bingar” merupakan curahan perasaan tentang sebuah fase keterpurukan dalam proses kehidupan manusia. Semua orang memiliki pergumulan hidupnya masing-masing, yang di dalamproses pertempurannya akan datang waktu di mana ia harus memilih untuk terus berjuang ataumenyerah saja.
Dalam single ini, Reaksi mencoba menyajikan musik alternative rock dengan spektrum gayamusikal yang lebih luas.
“Lagu ini kami kemas tetap dengan beat yang menghentak, bahkan mungkin hampir bernuansamarching, namun dengan chorus yang nada vokal dan riff gitar-nya terdengar lebih melodius,lebih catchy dan mudah dicerna. Di lagu ini pun riff gitar dibuat tidak terlalu heavy namun lebihbluesy,” jelas Marwan, sang gitaris.



















