Ryaas Randa, penyanyi-penulis lagu berusia 23 tahun asal Bengkulu, kembali menegaskan eksistensinya sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan dalam skena pop Melayu dan dangdut modern. Setelah sukses dengan rilisan “Terbias Angan” dan versi remix-nya bersama DJ Nadine, Ryaas kini hadir lewat karya terbaru “Pelangi Selepas Hujan Reda” di bawah naungan label independen asal Singapura, Mus Kamal Records (MKR).
Lagu “Pelangi Selepas Hujan Reda” menjadi langkah penting dalam perjalanan kariernya—menampilkan nuansa lembut yang menggabungkan cerita tentang kehilangan, harapan, dan kekuatan untuk bangkit. Dengan lirik penuh perasaan dan aransemen pop Melayu yang menyentuh, Ryaas menawarkan pengalaman mendengar yang otentik dan relatable bagi pendengar lintas generasi.
Ryaas pertama kali dikenal publik melalui ajang pencarian bakat Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2018, di mana ia berhasil menembus 6 besar nasional. Kariernya terus melejit ketika ia menjadi runner-up tingkat Asia Tenggara dalam D’Academy Asia 5. Tak hanya di musik, Ryaas juga merambah dunia seni peran lewat debutnya sebagai pemeran utama dalam film horor “Iblis Dalam Darah” (2023), serta berbagai FTV dan acara musik di Indosiar dan MNCTV.
Diskografi:
- Pelangi Selepas Hujan Reda (2025)
- Terbias Angan Remix feat. Rey Zaifunk (2025)
- Terbias Angan (2024)
- Andai Saja (2020)
Dikenal karena kejujurannya dalam menulis lagu dan menyampaikan emosi secara tulus, Ryaas memanfaatkan platform seperti TikTok dan media sosial untuk membagikan cerita personal yang berkaitan dengan cinta, patah hati, dan perjalanan menemukan jati diri. Melalui kombinasi musik pop kontemporer dan elemen dangdut yang kuat, ia berhasil membangun koneksi emosional dengan ribuan pendengar di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
Kini, dengan rilisan terbaru yang kian matang dan dukungan label MKR, Ryaas Randa siap melangkah ke panggung yang lebih luas, membawa semangat baru dalam industri musik Indonesia.



















