Setelah merayakan manisnya jatuh cinta dalam debut mereka Imagine the Chances, Saturdeez kembali dengan sisi yang lebih kontemplatif melalui single terbarunya bertajuk Take It Slow. Kali ini, mereka menggandeng kolektif indie asal Jakarta, VVhitesilk, dalam sebuah kolaborasi yang mengalir tenang, penuh perenungan, dan membumi.
Dengan balutan suara indie pop yang mengingatkan pada Clairo, Snail Mail, hingga warna dreamy ala Aoi Shiori, Take It Slow menghadirkan energi baru bagi perjalanan musikal Saturdeez yang tengah menyiapkan rilisan EP mereka. Lagu ini sekaligus menjadi jembatan antara sound yang mereka rintis dan kematangan narasi yang mulai terasa di setiap bait.
Alih-alih menjadi lagu sedih atau pesimis, Take It Slow justru membawa pesan yang kuat namun lembut: tidak apa-apa jika belum sampai. “It’s not my turn, I’ll take it slow,” adalah baris lirik yang merangkum semangat utama lagu ini—hidup bukanlah perlombaan, dan setiap orang punya waktu dan jalannya masing-masing.
Saturdeez ingin menghadirkan lagu ini untuk siapa pun yang sedang belajar menerima proses. Lagu ini adalah ruang istirahat, tempat berpijak, dan napas panjang di tengah tekanan untuk terus berlari. Sebuah pengingat bahwa dibanding membandingkan diri, lebih penting untuk jujur dengan perjalanan kita sendiri.
“Take It Slow bukan tentang menyerah, tapi tentang memberi ruang untuk tumbuh dengan cara yang paling jujur untuk diri sendiri,” ujar Andiny, vokalis Saturdeez sekaligus penulis lagu ini.
Kolaborasi dengan vvhitesilk juga memberi warna berbeda yang memperkaya dinamika lagu. Suara dan instrumentasi keduanya saling melengkapi, menciptakan atmosfer hangat dan personal—sebuah pelukan lembut di tengah hiruk pikuk realitas.















