Produser Rock & Roll Ternama, Andrew Watt, Ungkap Rahasia di Balik Kesuksesan Legenda Musik Dunia

Rock and roll pada dasarnya tidak dirancang untuk terus bertahan seiring bertambahnya usia, dan kebanyakan album akhir karir dari legenda-legenda musik sering kali hanya mendapat pujian kecil atau bahkan seruan untuk pensiun. Namun, musik terbaru dari Rolling Stones, Iggy Pop, Ozzy Osbourne, Elton John, dan Pearl Jam tetap memiliki semangat yang luar biasa meski usia para musisinya tak lagi muda. Ada satu kesamaan di antara mereka: Andrew Watt, produser berusia 33 tahun, yang bahkan belum lahir ketika sebagian besar musisi tersebut sedang berada di puncak karirnya.

Betapa populernya Watt di kalangan musisi legendaris? Elton John mengatakan, “Andrew Watt adalah bakat luar biasa dengan semangat yang tak terbatas dan penuh energi. Dia tidak hanya produser yang hebat, tetapi juga sahabat yang sangat saya sayangi.”

Mick Jagger menambahkan, “Saya tahu Andy dan saya bisa bekerja sama sejak pertama kali bertemu. Dia memiliki antusiasme yang menular dan etos kerja yang luar biasa, plus dia juga seorang musisi hebat. Kami langsung cocok, dan pekerjaan yang awalnya terasa sulit menjadi menyenangkan dan mudah.”

Keith Richards juga memuji Watt, dengan mengatakan, “Andrew memiliki vitalitas yang menular serta antusiasme yang tak terbendung, dua kualitas terbaik seorang produser. Selain itu, dia juga sangat menyenangkan untuk diajak bekerja sama.”

Jadi, apa yang membuat Andrew Watt begitu istimewa? Dia energik, cerewet, dan benar-benar maniak musik. Dia memiliki tato Bowie, George Harrison, Prince, James Brown, dan Rolling Stones di tubuhnya, meskipun ia bercanda bahwa ia harus menyembunyikan tato Stones saat bekerja dengan mereka. Sebagai gitaris dan penulis lagu yang mumpuni, Watt memulai karirnya sebagai produser pop dan hip-hop. Ia bahkan memenangkan Grammy sebagai Produser Terbaik pada 2021 untuk karyanya bersama Post Malone, Miley Cyrus, Dua Lipa, dan Ozzy Osbourne.

Dalam beberapa tahun terakhir, Watt terus bekerja di dunia pop, tetapi juga memperluas jangkauannya ke ranah rock & roll. Ia bahkan sempat tampil bersama Paul McCartney di sebuah pertunjukan di Hamptons pada Agustus lalu. Watt juga memimpin band cover-nya sendiri, Smith & Watt Steakhouse, bersama sahabatnya Chad Smith, drummer Red Hot Chili Peppers.

Meski begitu, bagaimana rasanya bekerja dengan legenda-legenda besar tanpa kehilangan kendali? “Kamu kehilangan kendali secara diam-diam,” kata Watt sambil tertawa. “Karena Paul McCartney, Mick Jagger, Keith Richards, Elton John, Eddie Vedder — mereka semua bisa memproduksi album sendiri. Mereka tidak butuh produser, tapi mereka memilih untuk bekerja dengan produser.”

Energi, musikalitas, dan kecakapan teknis Watt di studio menjadi kunci kesuksesannya. Meski masih muda, pengalaman yang ia miliki sangat beragam. Lahir sebagai Andrew Wotman di Long Island, ia dibesarkan di lingkungan keluarga yang mencintai musik, meski tidak ada kerabat dekat yang menjadi musisi. “Saya mendapat pengaruh dari The Beatles, Zeppelin, dan Sabbath dari ayah saya; Nirvana, Pearl Jam, A Tribe Called Quest, dan Wu-Tang Clan dari kakak saya; dan ibu saya mendengarkan George Michael, Stevie Wonder, serta Marvin Gaye. Saya mencintai semuanya,” kenangnya.

Karir Watt sebagai produser rock mengalami lonjakan besar ketika ia bekerja dengan Ozzy Osbourne pada album *Ordinary Man* yang dirilis pada 2020. Hal ini membuka pintu bagi Watt untuk bekerja dengan legenda lainnya, seperti Elton John pada album *Lockdown Sessions* 2021, dan akhirnya bekerja dengan The Rolling Stones.

Salah satu momen terpenting dalam karirnya datang ketika produser lama Stones, Don Was, memintanya untuk melakukan mix pada salah satu lagu Stones dengan sentuhan modern yang tetap mempertahankan nuansa rock. Watt pun segera bertemu Mick Jagger dan akhirnya bekerja sama dalam album *Hackney Diamonds* yang dirilis pada 2022.

Bekerja dengan band sebesar The Rolling Stones adalah pencapaian besar bagi Watt. Namun, ia tidak merasa gentar. “Saya hanya mencoba memproduksi dari perspektif penggemar di barisan depan, dan berpikir, ‘Apa yang ingin saya dengar?’” katanya. “Lagu-lagu itu harus penuh energi dan tetap menggugah hal-hal yang disukai orang tentang band ini, tetapi juga harus terasa modern.”

Keberanian Watt untuk bertanya juga sering membawanya pada momen-momen luar biasa, seperti ketika ia meminta Paul McCartney untuk bermain bass pada lagu Stones, atau saat ia menyarankan Stones untuk merekam ulang lagu blues klasik *Rolling Stone Blues*. Dan dari sana, sejarah tercipta.

“Intinya, kamu harus berani bertanya,” kata Watt. “Yang terburuk yang bisa terjadi hanyalah mereka mengatakan tidak.”