ADEHA Hadirkan “Languish”, Menjelajahi Ruang Abu-Abu Emosional

adeha-hadirkan-languish-menjelajahi-ruang-abu-abu-emosional

JAKARTA — Solois asal Jakarta, ADEHA, kembali dengan single terbaru berjudul “Languish”, sebuah lagu yang mengeksplorasi ruang emosional di antara keinginan untuk bertahan dan dorongan untuk pergi.

Dirilis pada 11 September 2026, “Languish” terinspirasi dari istilah languishing, yaitu kondisi ketika seseorang merasa hidupnya berjalan tanpa arah, stagnan, dan kehilangan rasa berkembang. Bukan sepenuhnya sedih, tetapi juga tidak benar-benar bahagia, keadaan tersebut dapat membuat seseorang hanya menjalani hari sebagai bentuk bertahan.

Bagi ADEHA, perasaan tersebut seperti berada di sebuah zona abu-abu. Ada keinginan untuk meninggalkan keadaan yang sedang dijalani dan memulai sesuatu yang baru, tetapi rasa takut membuat langkah pertama terasa begitu sulit.

“Languishing adalah tentang rasa terjebak dalam zona abu-abu. Kamu tidak menangis, tapi kamu juga tidak bisa tersenyum secara jujur. Ada dorongan kuat untuk lari dan memulai sesuatu yang baru, tapi kaki rasanya terlalu berat untuk melangkah.”

Ketika Bertahan Tidak Lagi Terasa Cukup

Melalui lirik berbahasa Inggris yang personal, ADEHA mencoba menggambarkan kondisi tersebut lewat pertanyaan sederhana seperti “Hello, is it anyone out there?”

Pertanyaan tersebut menjadi gambaran tentang seseorang yang merasa sendirian meskipun berada di tengah kehidupan yang terus berjalan. Di sisi lain, ada pengakuan tentang perasaan semakin tenggelam dan tidak bergerak menuju ke mana pun.

“Languish” tidak mencoba memberikan jawaban atau solusi atas perasaan tersebut. Lagu ini justru menjadi ruang untuk mengakui bahwa ada kalanya seseorang berada dalam kondisi yang sulit dijelaskan—tidak cukup buruk untuk disebut hancur, tetapi juga tidak cukup baik untuk disebut bahagia.

Midwest Emo Bertemu Pop-Punk dan Ambient Pop

Secara musikal, “Languish” memadukan elemen midwest emo, pop-punk, dan ambient pop. Melodi yang terasa intuitif bertemu dengan atmosfer luas dan melankolis, menciptakan suasana yang tenang sekaligus sedikit mengusik.

Pendekatan tersebut menjadi representasi dari tema lagu. Dari luar, seseorang mungkin terlihat baik-baik saja, tetapi di dalam dirinya terdapat pergulatan yang tidak selalu terlihat.

“Languish” diproduseri oleh Alvadio dan direkam di Alva Studio. Melalui proses tersebut, ADEHA menerjemahkan pengalaman emosional yang sulit disampaikan secara langsung menjadi sebuah karya yang lebih personal.

Alih-alih menawarkan sebuah jawaban, “Languish” memilih untuk menemani. Lagu ini ditujukan bagi mereka yang pernah merasa tersesat di tengah keramaian, berada dalam situasi yang tidak lagi terasa nyaman, tetapi belum menemukan keberanian untuk mengambil langkah pergi.

Single “Languish” kini telah tersedia di berbagai platform musik digital.

Tentang ADEHA

ADEHA merupakan solois asal Jakarta yang mengeksplorasi musik dengan pengaruh alternative rock, emo, pop-punk, dan ambient.

Tumbuh dengan mendengarkan musik dari The Smashing Pumpkins, The Cure, dan Blink-182, ADEHA membawa berbagai pengaruh tersebut ke dalam karya yang cenderung introspektif, sendu, dan atmosferik.

Melalui musiknya, ADEHA menjadikan pengalaman personal dan pergulatan batin sebagai ruang untuk membangun koneksi dengan pendengar.

Artikel Terkait