SHAMA Rayakan Keberagaman Indonesia Melalui Single Terbaru “Ragam”

Keberagaman adalah kekayaan terbesar Indonesia—menjadi Indonesia berarti menanamkan toleransi dalam setiap detak jantung, mencintai perbedaan yang ada, dan menjalani nilai Bhinekka Tunggal Ika dalam keseharian. Pesan ini sering kita dengar saat duduk di bangku sekolah, tapi lebih dari sekadar teori, keberagaman harus terus dirayakan dan dijaga sepanjang hidup.

Melalui single kelimanya, “Ragam”, SHAMA mengajak kita untuk menghidupkan kembali semangat menjaga keberagaman Indonesia. Lagu ini membawa pesan yang mungkin terdengar sederhana, tapi penting: kita tak boleh lelah merawat perbedaan, baik itu dalam hal suku, bahasa, budaya, hingga pilihan politis, musik, hobi, bahkan klub sepak bola. Semangat ini perlu dipertahankan di tengah budaya populer yang kerap mengabaikan pesan-pesan mendalam seperti ini.

 

Tentang Shama

Shama adalah band alternatif progresif yang berasal dari Surabaya, Indonesia. Dibentuk pada pertengahan tahun 2017, formasi Shama terdiri dari Deus (Vokal), Evan (Gitar, Backing Vokal), Jens (Bass, Backing Vokal), Guntur (Gitar), dan Fathur (Drum). Musik Shama membahas berbagai isu penting, mulai dari isu sosial, lingkungan, politik, hingga tema introspeksi diri.

Nama Shama melambangkan kesetaraan—tidak ada yang lebih besar atau lebih kecil, tidak ada yang kalah atau menang; semua dianggap sama. Namun, band ini menekankan pentingnya karakter dan perbedaan dalam kesetaraan tersebut.

Perjalanan Shama dimulai dengan perilisan single debut mereka “Massa Buruh” pada 1 Mei 2020. Dilanjutkan dengan “Lawan Arah” pada November 2020, “Singgah” pada Januari 2022, “Derau” pada April 2023, dan single kelima mereka, “Ragam,” yang akan dirilis pada Oktober 2024.

Artikel Terkait